Segel W adalah jenis segel yang umum, juga dikenal sebagai segel cincin-W.
Segel W biasanya terbuat dari bahan elastis seperti karet atau poliuretan. Penampangnya berbentuk W, dengan area penyegelan yang besar dan karakteristik deformasi elastis yang baik.
Segel W umumnya digunakan dalam aplikasi penyegelan statis seperti sambungan pipa, katup, dan segel wadah.
Bentuk lateral dan kemampuan deformasi elastis yang baik memungkinkannya menahan tekanan dan deformasi pada tingkat tertentu, sehingga memberikan efek penyegelan yang lebih baik.
Berikut penjelasan detail mengenai seal W pada pipa penyegel

Fungsi: Fungsi utamanya adalah untuk mencegah bocornya cairan atau gas dari sambungan pipa. Mereka membentuk segel yang rapat dengan mengisi celah di antara bagian-bagian penghubung, memastikan aliran media tidak terganggu melalui sistem perpipaan.
Pemilihan bahan: Segel W biasanya terbuat dari karet (seperti karet nitril, karet fluor) atau poliuretan. Memilih bahan penyegel yang tepat adalah kunci untuk memastikan kinerja dan daya tahan penyegelan, karena media dan kondisi kerja yang berbeda mungkin memerlukan bahan yang berbeda untuk memenuhi persyaratan seperti ketahanan terhadap bahan kimia, ketahanan terhadap suhu, dan ketahanan terhadap tekanan.
Metode pemasangan: Segel W biasanya dipasang pada permukaan penyegelan bagian penghubung pipa (seperti flensa). Selama pemasangan, segel harus ditempatkan dengan benar di antara bagian penghubung dan memastikan kesesuaiannya dengan permukaan penyegelan.
Kinerja penyegelan: Ketika bagian penghubung pipa berada di bawah tekanan, segel W akan terjepit, sehingga mengisi celah antara bagian penghubung dan membentuk segel yang rapat. Mereka dapat beradaptasi dengan tingkat penyimpangan dan getaran pipa tertentu serta mempertahankan kinerja penyegelan yang andal.
Tag populer: w segel, Cina produsen segel w, pemasok, pabrik
| Properti fisik | Nilai Nominal (Metrik) | Nilai Nominal (Bahasa Inggris) | Metode Tes |
| kepadatan | 1,20 gram/cc | 0,0434 pon/inci³ | STN EN ISO % 7b% 7b0% 7d% 7d |
| laju aliran leleh | 10 g/10 mnt | 10 g/10 mnt | STN EN ISO 1133 |
| Mekanis | Nilai Nominal (Metrik) | Nilai Nominal (Bahasa Inggris) | Metode Tes |
| Kekuatan Tarik (Istirahat) | 45.0 MPa | 6530 psi | STN EN ISO 527-2 |
| Kekuatan Tarik (Istirahat) | 750% | 750% | STN EN ISO 527-2 |
| Modulus tarik | 0.350 IPK | 50,8 ksi | STN EN ISO % 7b% 7b0% 7d% 7d |
| Kekuatan lentur | 14.0 MPa | 2030psi | STN EN ISO 178 |
| Kinerja termal | Nilai Nominal (Metrik) | Nilai Nominal (Bahasa Inggris) | Metode Tes |
| suhu leleh | 140 derajat | 284 derajat F | STN EN 11357-1 |
| Suhu pelunakan Vicat | 130 derajat | 266 derajat F | STN EN ISO 306 |








